Angkutan Umum Murah Harap Bisa Atasi Kemacetan
Kemacetan yang terjadi di kawasan pariwisata Bali antara lain diakibatkan jumlah kendaraan tidak sebanding dengan fasilitas jalan yang tersedia di Bali. Angkutan umum yang beroperasi di kawasan pariwisata Bali perlu ditata agar bisa menunjang aktivitas ekonomi di kawasan pariwisata Bali. Angkutan umum perlu menawarkan tarif murah sehingga masyarakat bisa beralih dari menggunakan kendaraan pribadi ke angkutan umum.
Selain itu, permasalahan kemacetan terjadi karena prasarana jalan di Bali belum optimal menunjang lalu lintas kendaraan yang ada di Bali. Di sisi lain, pertumbuhan kendaraan begitu cepat tidak sebanding dengan prasarana jalan yang tersedia di Bali. Guna mengatasi kemacetan di kawasan pariwisata Bali perlu perlu menata angkutan umum yang telah ada di Bali. Angkutan umum dioptimalkan untuk menunjang transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat di Bali. Selain itu, sistem transportasi angkutan umum mesti menyentuh seluruh kawasan pemukiman penduduk. Angkutan umum mulai dari angkutan pariwisata, angkutan sewa, angkutan antarkota, angkutan antarpropinsi, termasuk angkutan umum lainnya mesti ditata sehingga bisa memenuhi kebutuhan transportasi wisatawan yang berlibur di Bali termasuk masyarakat umum di Bali. Angkutan umum ini bisa digunakan masyarakat termasuk wisatawan jika bisa menawarkan layanan yang nyaman dan murah. Pemerintah bisa menyediakan angkutan umum jenis lain seperti kereta api, atau angkutan umum lain yang bisa menawarkan tarif murah.
Sementara itu, jika melihat di luar negeri, banyak angkutan umum memberikan tarif murah karena disubsidi pemerintah. Untuk menyediakan angkutan umum yang murah di Bali, Pemprop Bali perlu memikirkan subsidi untuk angkutan umum di Bali. Selain itu juga, kemacetan lalu lintas terlihat di kawasan pariwisata Bali, karena masyarakat tidak menaati aturan berlalu lintas. Masyarakat tidak disiplin karena penegakan hukum dalam berlalu lintas tidak berjalan baik. Semestinya, pemberian surat izin mengemudi (SIM) mesti lewat sekolah, dan ujian yang ketat. Ini akan bisa membuat pemegang SIM bisa menghargai UU lalu lintas karena SIM didapat melalui ujian yang berat. Kesalahan sering dilakukan pengemudi kendaraan di Bali meliputi parkir sembarangan, berhenti sembarangan, berbelok sembarangan, dan kesalahan lain sehingga menyebabkan terjadi kemacetan. Di sini disiplin masyarakat dalam berlalu lintas ini yang perlu ditingkatkan.
Seiring dengan peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali, kebutuhan sarana transportasi angkutan pariwisata akan makin tinggi. Ini otomatis kebutuhan transportasi bagi wisatawan mesti dipenuhi dengan penambahan armada angkutan pariwisata dan angkutan sewa. Melihat penambahan armada angkutan umum termasuk angkutan pariwisata di Bali, pemerintah perlu menyiapkan rambu-rambu lalu lintas di setiap ruas jalan di Bali termasuk kantong-kantong parkir. Pada kawasan pariwisata, kantong-kantong parkir sangat efektif menekan kemacetan. Untuk menekan kemacetan lalu lintas di kawasan pariwisata Bali perlu disediakan angkutan umum yang terintegrasi. Angkutan umum terutama angkutan darat perlu diupayakan bisa dikuasai negara atau ikut mendapatkan campur tangan dari pemerintah sehingga bisa lebih mudah mendapatkan subsidi tarif.
Disparda Imbau Daftar Ulang Terhadap 351 BPW di Bali Yang Tak Jelas
Tim gabungan Dinas Pariwisata Daerah (Diparda) Bali dan Satpol PP menemukan 351 usaha biro perjalanan wisata (BPW) berizin, namun operasionalnya tidak jelas. Jumlah tersebut melebihi dari separuh jumlah BPW yang terdaftar sejak era sebelum otonomi daerah hingga Juni 2010 yang tercatat 658 unit BPW. Disparda akan melaksanakan pendaftaran ulang bagi BPW.
Kepala Dinas Pariwisata Daerah Bali menjelaskan, banyak BPW yang hanya sekadar memiliki izin, namun operasionalnya tidak jelas. Hasil pantauan Disparda, banyak ditemukan alamat BPW yang jelas, pindah alamat, tidak beroperasi dan sebagainya. Pendataan ini dilaksanakan selama periode sebulan pada Juli lalu. Setelah didata ulang sebulan penuh, ternyata banyak BPW yang beralih usaha menjadi apotek, salon, toko, art shop, rumah tangga dan sebagainya. Hanya 216 BPW dari 658 BPW yang status operasionalnya jelas.
Disparda Bali meminta 658 pemilik atau penglola BPW yang sudah berizin dan terdaftar di Disparda Bali segera mendaftar ulang, dengan menunjukkan legalitas serta mengisi formulir yang disediakan sejak 1 September hingga 15 Oktober 2010. Disparda Bali ingin mendata ulang BPW yang aktif, sebab sebagian dari BPW berizin sudah tidak jelas. Hasil pendataan ulang akan dijadikan acuan dalam melakukan pembinaan, pengawasan dan pengendalian BPW lebih lanjut.
Berdasarkan temuan tersebut, 351 BPW statusnya tidak jelas, sebanyak 91 unit sudah tidak aktif dan 216 unit BPW masih aktif. Agar status mereka menjadi jelas, Disparda siap melakukan pembinaan sesuai ketentuan Perda No. 1/2010, Kepmen Parpostel No. KM.10/PW.102/MPPT-93 dan UU RI No. 10/2009. Sementara itu, usaha jasa perjalanan wisata (UJPW), cabang BPW dan agen BPW yang telah terdaftar memiliki kewajiban yang harus dipenuhi dan larangan yang harus ditaati. Seperti memberikan perlindungan kepada wisatawan, menggunakan pramuwisata yang berlisensi, mengunakan alat transportasi wisata yang terdaftar dan lainnya.
Selain itu, Ketua Disparda Bali pun membenarkan ada BPW ilegal yang beroperasi di Bali. Keberadaan mereka secara aturan melanggar dan harus ditertibkan. Pihaknya akan menindak dan membekukan usaha BPW tak berizin tersebut.
Gebrakan Tim Yustisi Ditunggu
Angkutan pariwisata liar (tak berizin) makin banyak beroperasi di Bali. Sementara upaya penertiban oleh pemerintah lewat Tim Yustisi, tak tampak aktivitasnya.
Yang tergolong angkutan pariwisata liar yang mengangkut wisatawan di antaranya kendaraan operasional vila dan hotel dan angkutan berplat luar Bali yang tidak mengantongi izin di Bali.
Organda Bali masih menunggu turunnya Tim Yustisi untuk menjaring keberadaan angkutan pariwisata liar ini. Angkutan pariwisata liar dengan plat luar Bali ini perlu mendapatkan penanganan serius dari pemerintah. Kendaraan plat luar Bali yang mengangkut wisatawan ini sudah lama menetap di Bali tetapi belum ada tindakan dari pemerintah.
Kendaraan pariwisata tersebut ada yang berbentuk bus pariwisata maupun kendaraan sewa. Kemungkinan alasan kendaraan plat luar Bali ini mengangkut wisatawan di Bali karena mereka bisa meraup pendapatan lebih besar.
Jika tidak ditertibkan, dampaknya kendaraan pariwisata liar tersebut bisa menindas kendaraan pariwisata yang sudah mengantongi izin. Selain kendaraan pariwisata dengan plat luar Bali, kendaraan angkutan antar jemput antar propinsi (AJAP) liar juga banyak mengangkut penumpang domestik di Bali. Data yang tercatat di Organda Bali hanya lima perusahaan resmi yang mengantongi izin AJAP. Sementara 12 perusahaan yang mengoperasikan AJAP di Bali yang belum mengantongi lisensi.
Organda masih menunggu turunnya tim yustisi yang dibentuk Pemerintah Propinsi Bali untuk menertibkan angkutan pariwisata liar di Bali. Tim yustisi ini meliputi kepolisian, perhubungan, kejaksaan, Departemen hukum dan ham, Satpol PP, biro hukum, biro ekonomi, kesbanglimas dan Organda.
Sebelumnya Organda memperhitungkan di Bali terdapat 1600 vila. Dari 1600 vila ini jika masing-masing vila diestimasikan memiliki dua kendaraan operasional, maka akan terdapat 3.200 kendaraan operasional vila yang tidak mengantongi izin.
Sementara itu yang menjadi acuan digunakan untuk menertiban angkutan pariwisata liar UU No. 22 tahun 2009 dan Keputusan Menteri Perhubungan No. 25 tahun 2003 tentang penyelenggaraan angkutan orang dijalan dengan kendaraan umum.
Wisatawan Cukup Kunjungi Bali 2,5 Juta Wisman
Saat ini Bali makin super padat. Jumlah penduduk dari data BPS Bali 2009 menunjukkan populasi Bali mencapai 3,5 juta orang. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali tahun 2009 mencapai 2,2 juta orang. Wisatawan domestik (wisdom) mencapai 2,5 juta lebih. Dengan populasi penduduk serta orang berwisata ke Bali yang kian meningkat, maka kondisi Bali benar-benar padat.
Tahun 2010 Bali ditargetkan 2,3 juta wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Bali, bila target ini tercapai, Bali dipastikan akan sesak. Pasalnya, dukungan infrastruktur yang belum memadai menyebabkan tingkat kemacetan lalu lintas tidak terelakkan lagi. Bali tahun ini memang cukup menerima wisman sebanyak 2,5 juta orang, bila dibandingkan dengan ketersediaan sarana yang ada.
Lain halnya dengan negara Singapura, jumlah kunjungan ke negara tersebut per tahun mencapai 10 juta wisman. Akan tetapi ketersediaan infrastruktur cukup memadai. Untuk itu berbagai upaya dilakukan pemerintah seperti membuka akses jalan termasuk usulan pembangunan jalan layang, pengembangan dermaga kapal laut, perluasan bandara segera dilakukan.
Mudah-mudahan Bali memiliki bandara yang representatif, dan pihak pengembangan bandara yang diperkirakan tuntas tahun 2013 mendatang, menjadi harapan Bali mampu menampung wisatawan lebih banyak.
Yang perlu diperhatikan saat ini adalah Bali masih kurang bersih dan kemacetan yang cukup parah. Hal ini terkait dengan tingkat kenyamanan dan keamanan wisatawan ke Bali.
Permasalahan tersebut mesti segera dicarikan pemecahannya. Solusinya adalah keterbukaan masyarakat Bali menjadi momentum untuk melanjutkan pembangunan Bali yang diperlukan.
Saat ini masyarakat Bali perlu menyadari sejumlah opsi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan Bali, seperti wacana mengatasi kemacetan dengan membangun jalan layang, guna mencegah kemacetan.
Begitu pula ketersediaan air bersih, listrik adalah sarana yang harus tersedia. Potensi Bali cukup besar untuk memenuhi kebutuhan sendiri, dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada.
Event Seni dan Budaya Diharapkan Dongkrak Kunjungan Wisatawan
Bali sebagai salah satu daerah tujuan wisata internasional, dituntut kreatif sehingga kunjungan wisatawan bisa tetap stabil, bahkan meningkat. Digelarnya berbagai event seni dan budaya di Bali, diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan. Namun, di balik perhelatan seni dan budaya tersebut, para pengelola objek wisata diharapkan benar-benar mampu mengimplementasikan sapta pesona di objek wisata yang dikelolanya dan masyarakat secara bersama-sama menjaga keamanan wilayahnya masing-masing.
Seperti halnya di Kabupaten Tabanan, telah diselenggarakan berbagai event bernuansa seni dan budaya. Ada pagelaran cak kolosal 5.000, lomba layang-layang dan lainnya. Sebagai salah satu contohnya, di objek wisata Tanah Lot menggelar Tanah Lot Art Festival. Ajang ini diharapkan akan mampu mendongkrak kunjungan wisata ke Tabanan.
Bahkan, Tanah Lot Art Festival merupakan agenda tahunan. Event ini memang sudah bisa dirasakan dampaknya terhadap kunjungan wisatawan ke Tanah Lot khususnya dan Tabanan secara umum.
Selain itu, Tabanan bukan saja pantas menyandang predikat lumbung padinya Bali, namun juga sangat layak disebut tempatnya seniman di Bali. Pasalnya, banyak seniman kondang yang lahir di Tabanan. Sebut saja pematung Nyoman Nuarta, pelukis Made Wianta dan Ketut Mario serta banyak lagi.
Sementara itu, Bupati Tabanan mengungkapkan, pihaknya memang sangat komit membangun kepariwisataan di daerahnya. Hanya saja pembangunan pariwisata dikawinkan dengan bidang pertanian.
Objek Wisata Toyabungkah masih Tertinggal
Meski memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kintamani, namun hingga saat ini perkembangan obyek wisata Toyabungkah yang berlokasi di lereng timur Gunung Batur dan di pinggir barat Danau Batur masih jalan di tempat.
Menjamurnya pembangunan sarana prasarana wisata seperti hotel dan restoran ternyata tidak diimbangi dengan perbaikan sarana lain, seperti jalan yang bebas truk galian C. Ini merupakan salah satu kendala yang dirasakan hingga saat ini.
Potensi berupa keindahan alam, seperti gunung dan Danau Batur serta air panas yang dimiliki Toyabungkah memang merupakan aset yang tak ternilai harganya dan sangat potensial untuk “dijual” kepada wisatawan. Ini potensi yang tidak ditemukan di tempat lain di Bali. Peluangnya sangat besar.
Namun demikian, keterbatasan sarana berupa jalan yang memadai sering menjadi kendala bagi kalangan pemodal untuk mengembangkan usaha pariwisatanya. Memang salah satu kendala yang dihadapi adalah jalan menuju Toyabungkah yang seringkali dikeluhkan oleh wisatawan.
Bali Terima Wisatawan Inggris 30.335 Orang
Bali menerima kunjungan wisatawan Inggris sebanyak 30.335 orang selama periode Januari-Mei 2010, meningkat 3,83 persen dibanding periode yang sama 2009 yang tercatat 29.215 orang.
Wisatawan Inggris sebagian besar datang lewat Bandara Ngurah Rai dengan menumpang pesawat yang terbang langsung dari negaranya, hanya 146 orang yang tercatat melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar.
Masyarakat Inggris dalam menikmati liburan ke Bali menyempatkan diri mengunjungi objek-objek wisata serta menikmati seni budaya Bali. Dalam kunjungan ke sejumlah objek wisata itu, mereka didampingi 1.317 pramuwisata yang memiliki keterampilan khusus berbahasa Inggris.
Masyarakat Inggris selama 2009 ke Bali tercatat 85.060 orang, meningkat 12,44 persen dibanding tahun sebelumnya tercatat 75.643 orang. Inggris menempati urutan kesembilan dari sepuluh negara terbanyak memasok wisman ke Bali.
Negara itu memberikan kontribusi sebesar 3,19 persen dari total wisman yang berkunjung ke Bali sebanyak sebanyak 952.073 orang selama lima bulan pertama 2010. Kondisi tersebut mengalami peningkatan sebesar 9,43 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 870.029 orang.
Dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Bali, lima negara di antaranya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan lima negara lainnya mengalami penurunan.
Lima negara yang mengalami peningkatan cukup menggembirakan Inggris, juga Belanda sebesar 45,89 persen dari 20.829 orang menjadi 30.368 orang, Australia meningkat 55,72 persen dari 137.018 orang menjadi 213.361 orang, Taiwan bertambah 13,83 persen dari 48.168 orang menjadi 54.828 orang, dan Singapura 53,18 persen dari 19.495 orang menjadi 29.862 orang.
Lima negara lainnya yang mengalami penurunan meliputi Prancis sebesar 5,35 persen dari 37.256 orang menjadi 35.264 orang, Korea Selatan sebesar 7,03 persen dari 52.311 orang menjadi 48.631 orang, Malaysia 8,26 persen dari 56.192 orang menjadi 53.383 orang, Cina 2,67 persen dari 85.828 orang menjadi 83.535 orang dan Jepang 24,71 persen dari 132.122 orang menjadi 99.473 orang.
Kunjungan Wisdom ke Bali tetap Ramai
Makin dekatnya hari mulai masuk sekolah yang berarti akan berakhirnya masa liburan, sampai saat ini jumlah wisatawan domestik (wisdom) yang mengunjungi Bali benar-benar membludak.
Mereka ini hampir semuanya pelajar mulai dari siswa SD sampai SMU/SMK yang berasal dari beberapa daerah dan kota di Jawa. Suasana membludaknya jumlah wisatawan domestik ini sangat terasa ketika sedang menyaksikan pertunjukan tari barong di Celuk sebelum mengunjungi pasar seni yang ada di Guwang maupun Sukawati.
Dengan akan berakhirnya hari liburan, suasana kunjungan wisdom makin ramai. Dengan demikian, pertunjukan barong bisa sampai dua kali sehari dengan rata-rata penonton 2.000 orang per hari.
Selama liburan sekolah jumlah kunjungan wisdom di Bali, khususnya yang menyaksikan pertunjukan tari barong cukup ramai. Kendati dibanding dengan sebelum krisis dan tragedi bom masih jauh lebih sedikit sekarang.
Namun, cukup menggembirakan jika dibanding dengan kondisi sehari-hari. Sejak mulai liburan suasana kunjungan wisdom sudah menunjukan tanda-tanda sangat ramai. Namun, menjelang akan berakhirnya masa liburan, jumlah kunjungan wisdom cenderung makin membludak.
Dengan demikian, jumlah wisatawan yang menonton tari barong sangat ramai. Bahkan, saking ramainya, dalam kondisi normal hanya menari satu kali sehari, akan tetapi sekarang ini bisa dua kali dalam sehari dengan jumlah penonton yang melebihi kapasitas tempat duduk yang disediakan.
Jika penontonnya dalam situasi begini jumlahnya bisa mencapai 2.000 orang lebih. pertunjukan tari barong salah satu atraksi menarik sekaligus paling banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik selama ini.
Setelah menyaksikan pertunjukan tari barong wisatawan biasanya melanjutkan perjalanan menuju pasar seni di Sukawati maupun Guwang untuk membeli aneka barang kerajinan seni yang murah meriah dengan kualitas yang cukup bagus.
Soal Turunnya Kunjungan Wisatawan Jepang, Pelaku Pariwisata Bali harus Berbenah
Turunnya kunjungan wisatawan ke Bali, perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah dan pelaku pariwisata Bali. Untuk menyikapi turunnya kunjungan wisatawan Jepang tersebut, pelaku pariwisata Bali perlu membenahi pelayanan terhadap pasar Jepang.
Penurunan kunjungan wisatawan Jepang ke Bali di antaranya bisa disebabkan rencana Maskapai Japan Airlines (JAL) untuk menutup rute penerbangan Jepang-Bali. Pemerintah perlu memperlancar transportasi wisatawan dari Jepang yang ingin berkunjung ke Bali.
Ini bisa dilakukan pemerintah Indonesia dengan mengarahkan maskapai penerbangan garuda untuk menambah frekuensi penerbangan ke Jepang dan sebaliknya dari Jepang ke Bali.
Selain itu, penambahan frekuensi penerbangan dari Jepang ke Bali dan sebaliknya diharapkan bisa memperlancar kunjungan wisatawan Jepang ke Bali. Kelancaran transportasi dari wisatawan Jepang ke Bali akan menentukan jumlah kunjungan wisatawan Jepang ke Bali.
Data yang tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Bali, jumlah kunjungan wisatawan Jepang ke Bali Januari-Mei 2009 sebanyak 132.122 orang. Jumlah kunjungan wisatawan Jepang ke Bali Januari-Mei 2010 sebanyak 99.473 orang. Bila dikalkulasikan, jumlah kunjungan wisatawan Jepang ke Bali Januari-Mei 2010 terjadi penurunan sekitar 24,71 persen dibandingkan kunjungan wisatawan Jepang ke Bali Januari-Mei 2009.
Pemerintah bersama pelaku pariwisata Bali perlu mencari tahu penyebab turunnya kunjungan wisatawan Jepang ke Bali. Pemerintah bisa meminta informasi penyebab turunnya kunjungan wisatawan Jepang ke Bali melalui konsulat Jepang di Bali.
Stakeholder pariwisata bersama pemerintah wajib melakukan pembenahan pelayanan kepada wisatawan Jepang yang berlibur ke Bali. Dalam 5 tahun terakhir perlu dievaluasi apa yang masih dibutuhkan wisatawan ketika berlibur ke Bali. Kekurangan pelayanan yang diberikan kepada wisatawan Jepang selama ini diharapkan bisa secepatnya bisa dipenuhi oleh pelaku pariwisata di Bali.
Selain itu, kualitas produk yang ditawarkan kepada wisatawan Jepang perlu selalu ditingkatkan. Di samping itu, pelaku pariwisata Bali bisa menawarkan perubahan produk yang ditawarkan kepada wisatawan Jepang seperti dari jenis makanan, termasuk kawasan tour yang akan dituju wisatawan Jepang ketika berlibur di Bali.
Wisatawan Australia tetap Terbanyak ke Bali
Masyarakat Australia paling banyak berliburan ke Bali, sehingga menempatkan negeri Kangguru itu urutan teratas dari sepuluh besar negara terbanyak memasok wisatawan ke Pulau Dewata. Wisatawan Australia ke Bali tercatat 213.361 orang selama lima bulan periode Januari-Mei 2010. Kondisi tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni mencapai 56,71 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 137.018 orang.
Wisatawan Australia sebagian besar datang lewat Bandara Ngurah Rai yang terbang langsung dari negaranya, hanya 4.094 orang yang datang melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar. Australia mampu memberikan kontribusi sebesar 22,41 persen dari total wisman berliburan ke Bali sebanyak 953.073 orang selama lima bulan pertama 2010. Kondisi itu mengalami peningkatan sebesar 9,43 persen dibanding periode yang sama 2009 tercatat 870.029 orang.
Dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Bali, lima negara di antaranya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan lima negara lainnya mengalami penurunan. Lima negara yang mengalami peningkatan cukup menggembirakan selain Australia juga Taiwan meningkat 13,83 persen dari 48.168 orang menjadi 54.828 orang, Belanda 45,89 persen dari 20.829 orang menjadi 30.388 orang, Inggris 3,83 persen dari 19.495 orang menjadi 29.862 orang dan Singapura 53,18 persen dari 19.495 orang menjadi 29.862 orang.
Lima negara lainnya yang mengalami penurunan meliputi Jepang 24,71 persen dari 132.122 orang menjadi 99.473 orang, Cina turun 2,67 persen dari 85,828 orang menjadi 83.535 orang dan Malaysia 8,26 persen dari 58,192 orang menjadi 53.383 orang.
Demikian pula wisatawan asal Korea Selatan turun 7,03 persen dari 52.311 orang menjadi 48.531 orang dan Prancis 5,35 persen dari 37.256 orang menjadi 35.264 orang.


