Membandel Dishub Ancam Derek

Meski berulangkali ditertibkan, namun tetap saja para pengendara roda dua dan roda empat parkir di bahu Jalan Gajah Mada Denpasar ini memengkung alias membandel. Terbukti, kemarin (6/2 2011) Pukul 10.30, saat Dinas Perhubungan (Dishub) Denpasar melakukan penertiban, masih banyak warga yang memarkir kendaraannya di tepi jalan bahkan di atas trotoar Jalan Gajah Mada. Padahal, di jalur tersebut sudah terpampang rambu tanda larangan parkir.

Ini kami lakukan sebagai peringatan kepada warga yang melanggar parkir. Setelah penertiban ini akan kami lakukan pemantauan, jika masih ada yang melanggar maka akan kami tindak tegas,” ancam Nengah Jana Ariawan, Korlap Dalops Jalan Dishub Denpasar saat ditemui dilokasi. Dijelaskannya, tindakan tegas yang akan dilakukan adalah mulai menggembosi ban, merantai hingga menderek kendaraan. “Kami tidak main-main, akan kami rantai dan Derek dan kami bawa ke kantor. Kalau misal sepeda motor ada sepuluh akan kami rantai jadi satu,” ancamnya.
Sebenarnya, kata dia, penertiban sudah dilakukan sejak lama. Hanya saja beberapa hari setelah penertiban warga kembali parkir di tepi jalan. Pihaknya juga sudah memasang traffic corn (pembatas jalan berbentuk kerucut) yang diikat tali. Lantas bagaimana dengan para pemilik toko, kalau pembeli tidak boleh parkir di depan toko? Terkait hal tersebut Ariawan mengatakan, sejatinya selama ini pihaknya membeni kebijakan kepada para pembeli dengan memberi waktu tidak lebih dan lima menit. “Tapi itu hanya kami berikan bagi toko vang bersifat emergency dan insidentil saja. Sepert toko yang menjual obat. Tapi setelah ini kami tidak akan mengizinkan.” jelasnva.

This entry was posted in berita bali. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *