Pasca Jebolnya Senderan Taman Ayun

Pasca jebolnva senderan di Taman Avun, relokasi pedagang ke tempat yang lebih layak masih belum bisa dilakukan. Kendala utamanya  adalah masalah lahan. Untuk sementara, para pedagang di Taman Avun masih berjualan di tempat semula, menunggu kajian lebih lanjut.

obyek wisata taman ayun bali
Bendesa Adat Mengwi Ida Bagus Anom mengatakan, kewenangan merelokasi ada di Puri Mengwi sebagai pemilik kawasan Taman Ayun. Sebenarnya pihaknya ingin merelokasi para pedagang ke termpat yang lebih baik, namun hal itu belum bisa dilakukan mengingat lahan masih belum tersedia. Koordinasi sudah dilakukan oleh pemerintah dan puri, tinggal mencarikan lokasi tepat untuk merelokasi pedagang,” ujarnya, Senin (30/ 1) kemarin.

Pasca jebolnya senderan Taman Ayun yang menimbulkan korban jiwa, sejumlah pedagang di Taman Ayun yang berada dekat lokasi senderan yang jebol, masih tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Sementara masyarakat masih banyak yang antusias melihat lokasi longsor yang telah menelan korban jiwa tersebut. “Pedagang masih ramai berjualan. Warga pun masih ramai ingin melihat lokasi longsor. Harapan kami, pedagang dapat direlokasi sementara ke tempat yang lebih baik,” ujar I Nyoman Satria, tokoh masyarakat setempat.
Satria yang juga anggota Komisi B DPRD Badung itu menambahkan, jebolnya senderan Taman Ayun yang memakan korban jiwa mengundang keprihatinan banyak kalangan. Meski peristiwa terse but terjadi saat hujan lebat namun tak sedikit masyarakat yang mempertanyakan kualitas proyek yang dikerjakan Pemprov Bali tersebut. “Kejadian itu sangat disayangkan. Bagaimana kualitas proyek senderan yang dikerjakan oleh provinsi di sekitar Taman Ayun ini? Kami khawatir kualitasnya sangat rendah sehingga mudah roboh. Kami ingin senderan sekitar dibongkar secara total untuk kemudian dibangun kembali dengan kualitas lebih baik,” ujar Satria.
Lebih lanjut dia meminta pihak terkait segera melakukan perbaikan dengan pembangunan ulang. Dalam pembangunannya nanti, kualitas proyek harus diperhatikan dan bukan tambal sulam. Jika nanti diperbaiki, pihaknya meminta agar pengerjaannya dilakukan dengan konstruksi beton berlapis dan dilakukan secara terasering. Kalaupun Pemkab Badung ingin menggarap senderan tersebut, Satria berharap bisa dilakukan secepatnya dan tidak menunggu APBD Perubahan, karena sifatnya mendesak.

This entry was posted in berita bali, tahukah Anda Bali and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *