SDM Pariwisata Indonesia Dianggap Kuat

Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata menyatakan bahwa sumber daya manusia (SDM) pariwisata Indonesia tergolong, memiliki daya saing kuat di kawasanASEAN. “Mulai 2015 akan terjadi ‘free flow’ tenaga kerja pariwisata di kawasan  ASEAN, tapi kami, optimistis daya saing SDM kita, sudah kuat,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata
Kemenbudpar, I Gde Pitana, diJakarta, Senin (3/10).

Pihaknya berani menargetkan SDM Indonesia yang bergerak di bidang pariwisata tersebut mampu  mengambil peran yang dominan di kawasanASEAN. Untuk mencapai target itu, pihaknya telah melakukan berbagai upaya di antaranya menjadi institusi pendukung yang melakukan penelitian, pengembangan, dan
pendidikan. “Penelitian yang dilakukan tidak selalu bersifat ilmiah tetapi bersifat praktis sehingga dapat diterapkan oleh dunia industri, baik teknis maupun pada tataran kebijakan.” katanya.

Di bidang pendidikan. pada 2011 pihaknya menargetkan jumlah lulusan Unit Palaksana Teknis (UPT) pendidikan tinggi kepariwisataan Kemenbudpar akan meningkat. “Kami optimistis karena beberapa indikator rnenunjukkdn daya saing SDM kita terus membaik,” katanya.
Ia mencontohkan, pada 2009 World Economic Forum (WEF) memeringkat 5DM pariwisata Indonesia pada level 40 dan 133 negara di dunia. Selain itu, Indonesia telah lama menerapkan kurikulum pendidikan pariwisata berbasis ASEAN Common Competency. Standard for Tourism Proffesional (ACCSTP) yang berlaku universal di kawasan ASEAN. Menurut dia, kurikulum tersebut  dibuat dengan 80 person isinya merupakan usulan Indonesia
sehingga secara otornatis hal itu telah lama diterapkan di Tanah Air. “itu artinya lulusan sekolah pariwisata Indonesia khususnya dan sekolah tinggi clan akademinya
sudah diperlakukan sama di kawasan ASEAN.” katanya.
Indikator lain yang rnenunjukkan semakin menguatnya daya saing SDM pariwisata Indonesia adalah sudah kian banvaknya SDM Indonesia yang bekerja di level
strategis di beberapa negaraASEAN seperti Thailand, Singapura. dan Malaysia. Narnun belum banyak SDM
negara ASEAN lain yang menduduki posisi strategis di sektor pariwisata Indonesia. Pihaknya berupaya terus meningkatkan daya saing SDM pariwisata di Tanah Air agar dalam beberapa tahun ke depan dapat menjadi pemimpin kawasan Asia Tenggara.

This entry was posted in sekedar informasi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *